Jakarta, CNN Indonesia —
Sebuah video yang merekam warga memprotes tindakan kepolisian lantaran menggunakan gas air mata saat membubarkan aksi tawuran di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur beredar di media sosial.
Dalam video yang viral di media sosial, warga tersebut mengeluhkan lantaran efek gas air mata itu menyebar Sampai sekarang masuk ke rumah.
Masih dalam unggahan itu turut disampaikan seorang warga mengaku istrinya terdampak langsung gas air mata tersebut dan mengalami mata perih Sampai sekarang sesak napas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian saat situasi mereda, Sebanyaknya warga disebut meluapkan keluhan kepada aparat karena merasa tidak terlibat tawuran Sekalipun terdampak langsung.
Merespons hal tersebut, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal menjelaskan alasan aparat menggunakan gas air mata.
Alfian–yang mengaku memimpin langsung giat tersebut–menyatakan tak ada warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Terkait kejadian tawuran di Jalan DI Panjaitan, saya pastikan tidak terdapat korban dalam peristiwa tersebut, karena saya sendiri yang turun langsung ke lapangan dan berinteraksi serta bertegur sapa dengan warga sekitar,” kata Alfian saat dikonfirmasi, Rabu (14/1).
Alfian menyebut pihaknya mengambil keputusan menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran karena situasi Pernah terjadi tidak kondusif.
“Dalam proses tersebut, petugas menggunakan gas air mata sebagai langkah terakhir karena situasi Pernah terjadi membahayakan, di mana para pelaku melakukan penyerangan menggunakan petasan yang diarahkan ke arah anggota,” tutur Ia.
“Tindakan ini dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur untuk menghentikan eskalasi Kekejaman, mencegah meluasnya gangguan kamtibmas, serta memastikan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar,” sambungnya.
Lebih lanjut, Alfian menyampaikan pihaknya Nanti akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara terkait penanganan tawuran tersebut, Alfian mengatakan polisi langsung mendatangi Tempat setelah mendapat informasi. Setiba di Tempat, kata Ia, pihaknya langsung melakukan upaya pembubaran dan pengamanan situasi.
(dis/kid)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
