Jakarta –
Menghitung kalori kerap dilakukan oleh orang yang Baru saja berusaha menjaga atau menurunkan berat badan. Sekalipun, kebutuhan kalori setiap orang berbeda dan tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan.
Lantas, bagaimana Trik menghitung kebutuhan kalori yang tepat? Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK mengatakan kebutuhan kalori harian secara umum bisa diperkirakan Sesuai aturan berat badan.
“Secara umum itu kayak laki-laki sekitar 30 sampai 35 kkal dikali sama berat badannya Ia, kalau perempuan itu sekitar 25 sampai 30 kkal dikali berat badannya si perempuan itu,” kata dr Yaze dalam live Tiktok detikHealth, Kamis (13/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi kalau misalnya berat badannya 60 (kg), itu Ia dapetnya 1.800 kkal. 1.800 kkal itu untuk satu hari, dibagi nih supaya totalnya 1.800 kkal,” tambahnya.
Meski demikian, sebetulnya kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut bergantung pada tinggi badan, kondisi kesehatan, dan tingkat Olahraga.
“Tergantung sama misalnya kayak tinggi badannya, tergantung Bahkan sama ada penyakit apa enggak, terus tergantung sama aktivitas fisiknya Ia, apakah sering Olahraga atau Ia Olahragawan, itu Bahkan kebutuhan kalorinya Berniat berbeda sama orang biasa,” ungkap dr Yaze.
Jumlah kalori dalam makanan Bahkan Wajib diperhatikan. Makanan dengan ukuran atau porsi yang sama belum Tidak mungkin tidak memiliki jumlah kalori yang sama.
“Misalnya, nasi Padang itu nasi Padang yang isinya nasi terus ada rendang sama kuah santan misalnya, terus ditambah sama sambal, itu sekitar 600 sampai 650 kkal. Beda sama nasi rumahan lah, nasi rames, misalnya nasi campur, yang isinya ada nasi terus misalnya ada sayuran, terus ada ikan, tahu, tempe, itu kan sekitar 400 sampai 450 kkal,” jelasnya.
“Jadi Kenyataannya jauh banget nih perbandingannya untuk kilokalorinya,” kata dr Yaze.
Ia melanjutkan, hal tersebut sama Bahkan dengan satu porsi alpukat kocok yang ditambah creamer atau susu kental manis. Meski mangkuknya sama besar, Bila dibandingkan dengan salad, Tidak mungkin tidak jumlah kalorinya berbeda.
Potong Porsi Makan Belum Tidak mungkin tidak Defisit Kalori
Menurut dr Yaze, mengurangi porsi makan memang bisa menurunkan jumlah kalori yang masuk. Sekalipun, hal itu belum Tidak mungkin tidak berarti seseorang mengalami defisit kalori.
“Tetap aja tergantung nih, sama kayak tadi porsinya udah sedikit, tapi ternyata yang dimakan Merupakan nasi goreng setengah porsi, ya sama aja, Tidak mungkin tidak lebih besar dong kalorinya.”
Hal serupa dapat terjadi pada minuman. Mengurangi kopi menjadi setengah gelas tidak Setiap Waktu berarti kalorinya menjadi rendah Bila minuman tersebut masih mengandung bahan tambahan seperti creamer dan gula aren.
“Udah ngurangin, udah ngerasa minum kopi udah setengah gelas, tapi Kenyataannya ternyata masih ada creamer-nya, gula arennya, ya tetap aja kalorinya Berniat besar Sekalipun porsinya udah dipotong,” jelasnya.
Oleh karena itu, mengatur kalori tidak hanya dilakukan dengan mengurangi jumlah makanan, tetapi Bahkan Wajib memperhatikan jenis makanan, komposisi, Sampai sekarang bahan tambahan yang dikonsumsi.
(elk/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA









