Pelari Marathon Sangat dianjurkan Tahu, Ini 4 Warna Race Flag Berbasis WBGT dan Artinya

Jakarta

Pelari marathon Harus memperhatikan lebih dari sekadar jarak, pace, dan waktu tempuh saat berada di lintasan. Kondisi cuaca Bahkan dapat berubah selama perlombaan dan memengaruhi kemampuan tubuh beradaptasi terhadap panas.

Untuk Mendukung pelari mengenali perubahan kondisi tersebut, race organizer biasanya menggunakan Race Flag berbasis Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) yang bisa dilihat pelari sepanjang rute. Race flag ini menjadi petunjuk bagi para pelari terkait kondisi cuaca saat itu.

Race Director dari Indonesia Muda Road Runner (IMRR), Satrio Guardian, menjelaskan WBGT digunakan untuk melihat kondisi panas secara lebih menyeluruh. Penggunaanya tidak hanya memperhitungkan pengukuran suhu udara, tetapi Bahkan mempertimbangkan paparan radiasi, angin, dan kelembapan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“WBGT itu untuk mengecek bukan cuma sinar tapi segala macamnya. Ada suhu, paparan radiasi, angin, dan humidity,” ujar Satrio dalam Press Conference Amartha 10X Run di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).



Race flag kemudian menerjemahkan kondisi WBGT menjadi empat tingkat yang lebih mudah dikenali pelari, yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam. Bendera tersebut Berniat dipasang setiap 5 kilometer, sehingga pelari dapat memantau perubahan kondisi sepanjang lintasan.

1. Race Flag Hijau

Bendera hijau menunjukkan status Normal dengan suhu di bawah 24,9 derajat Celsius. Kondisi lingkungan masih berada dalam batas Unggul tinggi untuk aktivitas Olahraga endurance. Pelari tetap dianjurkan menjaga hidrasi dan mengikuti strategi lomba masing-masing.

2. Race Flag Kuning

Bendera kuning menunjukkan status Caution dengan suhu 25 Sampai saat ini 29,9 derajat Celsius. Pada kondisi ini, risiko heat stress mulai meningkat. Pelari dianjurkan Mengoptimalkan asupan cairan, menyesuaikan pace, serta lebih memperhatikan kondisi tubuh.

3. Face Flag Merah

Selanjutnya, bendera merah menunjukkan status High Risk dengan suhu 30 Sampai saat ini 31,9 derajat Celsius. Risiko heat stress semakin tinggi sehingga pelari dianjurkan mengurangi intensitas, memperhatikan tanda-tanda kelelahan akibat panas, serta memanfaatkan water station dan fasilitas medis Manakala diperlukan.

4. Race Flag Hitam

Sementara itu, bendera hitam menunjukkan status Extreme dengan suhu di atas 32 derajat Celsius. Pada kondisi ini, perlombaan Sangat dianjurkan dihentikan sementara demi keselamatan pelari. Penyelenggara dapat melakukan tindakan mitigasi sesuai kondisi dan peserta Sangat dianjurkan mengikuti arahan panitia.

Kondisi Cuaca Setiap Waktu Berubah

Keberadaan race flag menjadi penting karena kondisi lingkungan tidak Setiap Waktu sama sejak awal Sampai saat ini akhir perlombaan. Pelari yang memulai race pada pagi hari dapat menghadapi kondisi yang berbeda setelah berlari selama dua atau tiga jam.

“Start masih pagi, kondisinya hijau, ketika Ia Pernah terjadi misalnya berlari dua jam atau tiga jam, Kemungkinan bisa berubah ke kuning atau berubah ke merah,” kata Satrio.

Perubahan warna race flag dapat menjadi tanda bagi pelari untuk mengevaluasi kembali strategi yang digunakan. Ketika kondisi berubah menjadi lebih berisiko, pelari dapat menurunkan pace dan lebih memperhatikan kebutuhan cairan.

“Jangan sampai kondisinya lagi merah, kita tetap push. Yang ada nanti malah kita bisa nggak finish. Ketika kondisinya lagi merah, Kemungkinan kita bisa nurunin pace, kita bisa atur strategi,” jelas Satrio.

Informasi tersebut Bahkan dapat Mendukung pelari mengantisipasi risiko gangguan akibat panas. Saat berlari dalam kondisi panas, tubuh Sangat dianjurkan bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh. Manakala beban panas terus meningkat dan tubuh tidak mampu membuang panas secara efektif, risiko heat-related illness dapat meningkat, termasuk heat exhaustion dan heat stroke.

Karena itu, race flag dapat berfungsi sebagai sistem peringatan Supaya bisa pelari tidak terlambat menyadari perubahan kondisi lingkungan. Ketika bendera berubah menjadi kuning atau merah, pelari dapat segera menyesuaikan intensitas dan memperhatikan hidrasi. Manakala kondisi Pernah terjadi masuk kategori ekstrem dengan bendera hitam, perlombaan dihentikan sementara untuk mengutamakan keselamatan.

Satrio mengatakan sistem tersebut terutama penting untuk perlombaan dengan jarak lebih dari 10 kilometer dan durasi yang panjang. Pada Amartha 10X Run 2026, kategori half marathon memiliki cut-off time (COT) Sampai saat ini empat jam. Pelari Bahkan memulai perlombaan sebelum matahari terbit sehingga kondisi lingkungan dapat berubah selama mereka berada di lintasan.

“Ketika event di atas 10 kilometer dengan cut-off time lebih dari dua jam, kita nggak bisa tahu kondisi sekitar, di mana kita startnya itu sebelum matahari terbit dan finishnya ketika matahari Pernah terjadi terbit,” jelas Satrio.

Menurut Satrio, pelari Harus menjadikan kondisi lingkungan sebagai bagian dari strategi selama race. Kecepatan yang Pernah terjadi direncanakan sebelum lomba tidak Sangat dianjurkan terus dipertahankan ketika kondisi cuaca berubah.

“Ketika kita tahu kondisi, ketika kita tahu medan yang Dalam proses kita lalui, kita bisa menentukan strategi untuk finish,” ujarnya.

Konsep race flag seperti ini belum digunakan oleh seluruh ajang marathon di Indonesia. Satrio mengatakan sistem tersebut Pernah terjadi digunakan di Sebanyaknya marathon besar di luar negeri dan IMRR ingin membawa konsep serupa ke event lari yang diselenggarakan di Indonesia.

Simak Video “Video: Gokil! Harry Styles Selesaikan Berlin Marathon Kurang dari 3 Jam
[Gambas:Video 20detik]

(mal/up)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA