Jakarta, CNN Indonesia —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (12/1).
Founder WH-Project William Hartanto memperkirakan indeks saham berpotensi terkoreksi secara sehat pada perdagangan besok setelah membentuk resistance di level 8.970.
Kondisi jenuh beli tersebut terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham big caps, khususnya dari Grup Barito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“IHSG terlihat jenuh beli dan berpeluang mengalami koreksi sehat di area 8.970,” ujar William dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.900 dan resistance 9.000 hari ini. Ia pun merekomendasikan Sebanyaknya saham, Dengan kata lain HRUM, NICL, ESSA, dan SMGR.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks saham Saat ini Bahkan Bahkan masih berada dalam fase penguatan meski risiko koreksi tetap Dianjurkan diwaspadai.
Ia memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan ke kisaran 9.030-9.077, Berbeda dengan dalam waktu dekat Bahkan berpotensi terkoreksi.
“Saat ini Bahkan Bahkan IHSG berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga area penguatan dapat dicermati di rentang 9.030-9.077, dengan potensi koreksi menguji 8.843-8.904,” ujar Herditya.
Ia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.867, 8.806 dan resistance 8.996, 9.030 hari ini. Herditya pun merekomendasikan Sebanyaknya saham, Dengan kata lain ARCI, BBRI, BUMI, dan BUVA.
IHSG ditutup di level 8.936 pada Jumat (9/1) sore. Indeks saham menguat 11,28 Skor atau naik 0,13 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp27,45 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,02 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, 359 saham menguat, 318 terkoreksi, dan 137 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan Penanaman Modal sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
