Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (Kiki) melaporkan bahwa 2.263 entitas pinjaman online ilegal Sudah dihentikan sepanjang 2025.
Dalam upaya pemberantasan kegiatan keuangan ilegal sejak 1 Januari Sampai saat ini 31 Desember 2025, lanjutnya, OJK Sudah menerima 26.220 pengaduan terkait entitas ilegal.
Dari total tersebut, 21.249 pengaduan mengenai pinjaman online ilegal dan 4.971 pengaduan terkait Penanaman Modal ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Satgas Pernah terjadi Jelas (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) Sudah menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran Penanaman Modal ilegal di Sebanyaknya situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam laporan Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu.
Pihaknya Bahkan Sudah menemukan nomor kontak pihak penagih (debtcollector) pinjaman online ilegal dan Sudah mengajukan pemblokiran terhadap 2.422 nomor kontak kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Ditambah lagi, Satgas Pernah terjadi Jelas memonitor laporan penipuan di Indonesia Anti Scam Center (IASC) dan per 30 November 2025 menemukan sebanyak 61.341 nomor telepon yang dilaporkan oleh korban penipuan.
“Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas Pernah terjadi Jelas Sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memblokir nomor dimaksud,” ungkap Kiki mengutip Antara, Sabtu (10/1).
OJK turut melaporkan bahwa terdapat 536.267 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), termasuk 56.620 pengaduan.
“Mengacu jumlah pengaduan tersebut, 20.972 pengaduan berasal dari sektor perbankan, 21.886 dari industri financial technology, 11.309 dari perusahaan pembiayaan, 1.619 dari perusahaan asuransi, serta sebanyak 834 dari sektor Bursa Efek dan industri keuangan non-bank,” kata Ia.
(antara/mik)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
