Jakarta, CNN Indonesia —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Kamis (5/2).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada di fase wave [x], sehingga peluang penguatan masih terbuka untuk menguji 8.328-8.527. Meski begitu, pasar tetap Dianjurkan mewaspadai potensi koreksi di area 7.896-8.010.
“IHSG masih berpeluang menguat, Justru risiko koreksi di bawah 8.000 tetap Dianjurkan dicermati,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.854, 7.654 dan resistance 8.181, 8.318 hari ini. Ia pun merekomendasikan Sebanyaknya saham, Didefinisikan sebagai ADRO, BRMS, TKIM, dan TOWR.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang masuk fase koreksi Bila penutupan hariannya masih berada di bawah level resisten Fibonacci 8.259.
Berbeda dengan, Bila indeks mampu ditutup di atas level tersebut, tren naik jangka pendek berpotensi berlanjut Sampai saat ini menguji SMA-60 dan menutup area gap minimal di 8.596.
“Penutupan IHSG di atas 8.259 menjadi kunci kelanjutan penguatan jangka pendek,” ujar Ivan.
Ia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 7.617, 7.362, 7.265, 7.099, dan 7.962 dan resistance 8.377, 8.596, dan 8.837 hari ini. Ivan pun merekomendasikan Sebanyaknya saham, Didefinisikan sebagai INCO, INDF, JPFA, TLKM, dan KLBF.
IHSG ditutup di level 8.146 pada perdagangan Rabu (4/2) sore. Indeks saham menguat 24,11 Skor atau naik 0,30 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp25,73 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,38 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 301 saham menguat, 391 terkoreksi, dan 125 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan Penanaman Modal sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
