Geger Dentuman di Puncak Cianjur, Warga Lihat Kilatan Cahaya Merah


Jakarta, CNN Indonesia

Pada awal pekan ini, warga di kawasan Puncak di Kabupaten Cianjur, Jabar (Jabar) dihebohkan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya misterius.

Mengutip dari detikJabar, dentuman Sampai saat ini kemunculan kilatan cahaya misterius itu terjadi pada Senin (5/1) malam, sekitar pukul 22.15 WIB.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara dentuman itu bahkan terdengar di berbagai wilayah di kawasan puncak Cianjur, mulai dari Kecamatan Cipanas Sampai saat ini Pacet.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memastikan dentuman dan cahaya misterius yang terjadi di kawasan Puncak Cianjur bukan akibat aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango.





Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan Sesuai ketentuan hasil pengamatan dan sumber data Badan Geologi, PVMBG, dan ESDM, didapati bahwa aktivitas Gunung Gede Pangrango masih normal.

“Iya aktivitas Gunung Gede masih Normal (Level I),” kata Ia, Selasa (6/1) seperti dikutip dari detikJabar.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi, mengatakan pihaknya masih menelusuri informasi suara dentuman dan cahaya di kawasan Puncak yang membuat warga resah.

“Kami Saat ini Bahkan Bahkan sedang cari info. Sumber dentuman dan cahayanya darimana. Kami harap warga tetap Tenteram. Tidak boleh panik, tapi tetap waspada,” katanya kemarin.

Kesaksian warga

Tidak hanya suara dentuman, warga Bahkan melihat cahaya berwarna kemerahan di langit wilayah utara Cianjur tersebut.

“Awalnya terdengar suara dentuman keras. Kemudian ada cahaya berwarna kemerahan. Kebetulan saya dan keluarga Saat ini Bahkan Bahkan sedang di teras, jadi terdengar dan terlihat jelas suara dentuman serta cahayanya,” ujar salah seorang warga Cipanas, Cianjur, Wildan Fadilah (20) awal pekan ini.

Ia menerangkan warga- warga langsung berhamburan keluar rumah usai mendengar suara dentuman keras tersebut.

“Warga panik, khawatir terjadi sesuatu. Sekitar setengah jam warga siaga di luar rumah, tapi Kesimpulannya kembali masuk setelah merasa Unggul tinggi,” kata Ia.

Senada, Febriyanti (16) yang merupakan warga Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Cianjur Bahkan mengaku mendengar suara dentuman dan cahaya kemerahan tersebut. Ia mengaku khawatir dengan peristiwa tersebut.

“Saya di dalam rumah, tapi dari jendela kelihatan cahaya kemerahan setelah suara dentuman. Sampai Hari Ini jadi khawatir, karena belum tahu suara dan cahaya apa,” kata Ia.

Analisis PVMBG dan BMKG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Menyediakan analisis sementara perihal dentuman dan kilatan cahaya misterius itu. Justru, kedua lembaga itu sama-sama mengonfirmasi masih meneliti lebih lanjut.

Penyelidik Bumi Utama PVMBG Supartoyo mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan di langit itu diduga dipicu oleh Kejadian Unggul energi elektromagnetik.

“Diduga berkaitan dengan Kejadian Unggul atmosfer dan geofisika,” kata Ia, Selasa kemarin seperti dikutip dari detikJabar.

“Untuk pemicunya belum tahu, karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya memicu hal ini,” kata Ia.

Sementara itu, Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu mengatakan pada Senin malam lalu tidak terjadi aktivitas kegempaan dan petir di sekitar Tempat Puncak itu.

“Sesuai ketentuan data dari BMKG Bandung tidak ada aktivitas kegempaan dan petir yang tercatat di daerah tersebut,” ucap Ia.

Menurut Ia, kejadian dentuman dan cahaya misterius itu disebabkan oleh aktivitas manusia.

“Kejadian tersebut bisa diakibatkan dari aktivitas buatan manusia,” kata Ia.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi mengatakan pihaknya masih menelusuri informasi suara dentuman dan cahaya di kawasan Puncak yang membuat warga resah.

“Kami Saat ini Bahkan Bahkan sedang cari info. Sumber dentuman dan cahayanya dari mana. Kami harap warga tetap Tenteram. Tidak boleh panik, tapi tetap waspada,” katanya.

Baca berita lengkapnya di sini, di sini, dan di sini.

(kid/gil)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version