Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Belakangan topik ptosis Pada Sekarang sedang ramai dibicarakan berkat komentar Tompi, Pencipta Lagu sekaligus dokter bedah. Apa itu ptosis?
Di media sosial, Tompi melontarkan kritik terhadap komika Pandji Pragiwaksono berkaitan dengan materi stand up comedy yang dibawakannya. Menurut Tompi, kondisi mata sayu atau mata mengantuk tidak bisa begitu saja dijadikan bahan bercanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan mata yang terlihat mengantuk bisa mengacu pada kondisi medis yang disebut ptosis.
Apa itu ptosis?
Melansir dari Cleveland Clinic, ptosis Merupakan kondisi kelopak mata atas terkulai, melorot, atau jatuh menutupi mata. Ptosis biasanya disebabkan otot levator atau otot yang mengangkat kelopak mata tidak berfungsi normal.
Seorang dengan ptosis mengalami keterbatasan penglihatan atau bahkan terhalang sepenuhnya. Ptosis dapat memengaruhi salah satu kelopak mata atas atau keduanya.
Ptosis dapat memengaruhi anak-anak atau orang dewasa. Umumnya ada dua tipe ptosis Didefinisikan sebagai,
- Congenital ptosis, anak lahir dengan kondisi ptosis sebab ada masalah perkembangan otot levator.
- Aquired ptosis, tipe ini memengaruhi orang dewasa. Ptosis muncul saat otot levator melemah atau terpisah dari kelopak mata.
Gejala ptosis
Gejala ptosis terlihat dari penampilan kelopak mata seseorang. Kelopak mata Mungkin hanya menutupi bagian atas mara atau seluruh pupil. Kemudian terdapat beberapa gejala lain seperti,
- menggosok mata berlebihan,
- peningkatan produksi air mata,
- penurunan atau gangguan penglihatan,
- kelelahan dan nyeri di sekitar mata, dan
- pada anak-anak, mereka Mungkin sampai menengadahkan kepala ke belakang untuk melihat.
Dalang ptosis
Seperti yang disebutkan Tompi, ptosis bisa merupakan kondisi bawaan (kongenital). Ptosis pada orang dewasa bisa disebabkan otot atau ligamen yang biasa mengangkat kelopak mata melemah akibat Cidera atau penyakit.
Penyakit atau kondisi Dalang ptosis antara lain:
- Stye (bintik mata)
- Sindrom Horner (gangguan saraf langka pada mata)
- Myasthenia gravis (penyakit autoimun kronis yang menyerang saraf dan otot)
- Stroke
- Tumor
- Oftalmoplegia eksternal (kelumpuhan pada otot luar mata)
Apa ptosis bisa diobati?
Seperti dilansir dari WebMD, ptosis pada anak-anak biasanya tidak diberikan Terapi khusus. Mata anak Nanti akan dicek secara rutin dan Mungkin diberi tetes mata, koyo atau plester, atau kacamata. Ptosis terus dicek untuk kemudian diputuskan Wajib operasi atau tidak.
Sementara pada orang dewasa, biasanya ptosis ditangani dengan pembedahan. Dokter Nanti akan mengangkat kelebihan jaringan kulit dan mengencangkan otot yang mengangkat kelopak mata. Opsi lain bisa Bahkan dokter Nanti akan memasang kembali dan Mengoptimalkan otot tersebut atau menggunakan kacamata khusus.
(els)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
