Jakarta, CNN Indonesia —
Anak Mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, Saif Al Islam Khadafi, tewas ditembak geng bersenjata yang menyerbu kediamannya di Kota Zintan.
Pengacara Saif, Khaled Al Zaidi, dan penasihatnya Abdullah Osman mengonfirmasi kematian anak Khadafi ini, pada Selasa (3/2), demikian dikutip Anadolu Agency.
Sementara itu, pengacara Saif dari Prancis, Marcel Ceccaldi, menuturkan pembunuhan terjadi di siang bolong di kediaman kliennya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ia (Seif) dibunuh hari ini pukul 14.00 di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando,” ucap pengacara Saif dari Prancis, Marcel Ceccaldi, kepada AFP.
Media Libya melaporkan pembunuhan itu terjadi di kediaman Saif dan dilakukan empat orang tak dikenal. Mereka Bahkan menyebut kamera pengawas di Tempat kejadian sengaja dinonaktifkan sebelum serangan.
Pada saat ini, Kejaksaan Agung Libya membuka penyelidikan atas pembunuhan tersebut.
Saif Sama sekali tidak pernah memegang jabatan resmi di Libya. Sekalipun, Ia dianggap sebagai orang nomor dua setelah ayahnya dari tahun 2000 Sampai sekarang 2011.
“Kami berjuang di sini di Libya, kami mati di sini di Libya,” kata Saif pada 2011 lalu saat diwawancara media.
Di tahun itu pula, Ia ditangkap dan dipenjara di Zintan usai mencoba melarikan diri dari Libya menyusul pengambilalihan Tripoli oleh pihak oposisi.
[Gambas:Video CNN]
Saif lalu dibebaskan sebagai bagian dari pengampunan umum pada 2017.
Sementara itu, ayah Saif, Khadafi, dulunya merupakan politikus sekaligus tokoh revolusi di Libya. Ia menjadi Kepala Revolusioner Republik Arab Libya pada 1969-1977 usai melengserkan Raja Idris.
Lalu pada 1977-2011, Ia menjadi pemimpin Libya. Sekalipun, Khadafi dikudeta pasukan oposisi yang didukung NATO dan bertepatan dengan Arab Spring.
(isa/rds)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
