Menara BTS di Gedung Sekolah Surabaya Ambruk Diterjang Angin


Jakarta, CNN Indonesia

Menara atau tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 15 meter di atas atap Gedung Surabaya Hotel School (SHS), Jalan Joyoboyo, ambruk diterjang angin kencang, Jumat (23/1) siang.

Menara tersebut ambruk menggantung di dinding luar gedung setinggi lima lantai, menimpa satu Kendaraan Pribadi operasional SHS, serta memutus jaringan listrik PLN ke lima rumah warga.

Pengelola Sekolah Perhotelan SHS, Vitara Yudha (53) mengatakan, menara itu ambruk secara perlahan, tak langsung menghentak ke dasar tanah.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tidak langsung prak begitu, kalau langsung prak Tidak mungkin tidak dampaknya lebih besar ya,” kata Vitara.

Ia menceritakan, saat kejadian, ada Sebanyaknya siswa yang berada di dalam kelas. Mereka kemudian langsung mengevakuasi diri dan pembelajaran dihentikan.





“Dampaknya kan ada pada gedung sehingga pembelajaran siswa kita liburkan dulu,” ucapnya.

Menurutnya, menara masih rutin di-maintenance secara berkala. Justru ia menduga tower itu ambruk karena angin kencang yang menerpa Surabaya belakangan.

“Kemungkinan salah satu penyebabnya dari angin kencang itu. Kalau kemarin-kemarin angin kencang Bahkan, hanya saja kan kemarin masih kokoh, masih kuat,” ucapnya.

Meski tak ada korban jiwa, proses pembelajaran di sekolah SHS Berencana diliburkan sementara akibat kejadian itu. Ia berharap proses pengangkatan menara bisa lekas tuntas, Supaya bisa siswa bisa kembali sekolah dengan normal.

“Kalau harapan kami sih Senin (26/1) Sebelumnya selesai. Karena Sabtu (24/1) biasanya kan hanya setengah hari, kita memang biasa kosong,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro mengatakan, petugas gabungan Pernah dikerahkan untuk mengevakuasi evakuasi menara ambruk tersebut.

“Bangunan Sebelumnya steril kami melakukan evakuasi pengosongan dan Pada Pada saat ini prosesnya Merupakan pengangkatan tower,” kata Arif, Jumat sore.

Ia menjelaskan, robohnya menara BTS itu diduga akibat pengaruh angin kencang. Sesuai informasi dari BMKG, Arif menyebut kecepatan angin di Surabaya pada siang tadi mencapai 15 kilometer per jam.

“Kami melakukan evakuasi seaman Kemungkinan. Di atas [lantai atap] kondisi pondasi tower provider ini Sebelumnya tercerabut, tinggal menyisakan satu baut,” ujarnya.

Dampak langsung dari ambruknya menara itu mengakibatkan aliran listrik di lima rumah warga padam total. Arus lalu lintas di Jalan Joyoboyo dialihkan sementara selama proses evakuasi.

“Jaringan listrik rumah tangga Hari Ini ini masih tahap pemulihan dibantu oleh teman-teman petugas PLN. Kami Berencana melakukan pemotongan terhadap tower. Semoga prosesnya berjalan Unggul tinggi dan lancar,” ucapnya.

(frd/isn)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version