Korban Jiwa Gempa Kumamoto Bertambah jadi 13 Orang



Dinding luar sebuah restoran runtuh akibat gempa bumi di Kota Kumamoto, Jepang, Selasa (28/7/2026). Gempa bumi dengan magnitudo yang diperkirakan mencapai 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang.


REPUBLIKA.CO.ID, KUMAMOTO – Setidaknya 13 orang tewas ketika gempa berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Jepang bagian selatan pada hari Selasa. Gempa itu Bahkan menyebabkan ratusan orang terluka serta memutus aliran listrik dan air bagi puluhan ribu warga.

“Masih ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan ini Merupakan perlombaan melawan waktu,” ujar Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari Rabu. “Kami Berniat berupaya semaksimal Mungkin untuk menemukan dan menyelamatkan Sebanyaknya orang.”

Gempa tersebut mencapai tingkat intensitas maksimum 7 pada skala shindo Jepang saat mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, wilayah selatan Jepang, pada Selasa sore. Pemerintah menyatakan bahwa lebih dari 9.000 orang berada di tempat-tempat pengungsian di seluruh negeri pada Rabu pagi.

“Kami Pernah menerima laporan mengenai tujuh orang yang mengalami luka serius dan 29 orang dengan luka ringan. Terlebih lagi, per pukul 07.00 pagi ini, sebanyak 9.186 orang Pernah mengungsi ke 506 Tempat pengungsian yang tersebar di lima prefektur, termasuk Kumamoto dan Fukuoka,” kata juru bicara pemerintah Minoru Kihara, sehari setelah gempa yang menewaskan sedikitnya 13 orang tersebut terjadi.

Associated Press melaporkan pada Rabu, tentara dan petugas tanggap darurat menyisir sebuah pusat perbelanjaan yang rusak parah serta rumah-rumah yang runtuh untuk mencari penyintas yang terjebak.

Layanan kereta Efisien dan Sebanyaknya operasional bandara masih ditangguhkan, sementara penilaian kerusakan terus dilakukan sehari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto di Kyushu, pulau utama bagian selatan Jepang.

Sekitar 36.900 rumah masih mengalami pemadaman listrik, 9.500 rumah tidak mendapatkan pasokan gas, dan jaringan komunikasi tidak berfungsi di beberapa wilayah, demikian disampaikan juru bicara utama pemerintah, Minoru Kihara, kepada para wartawan.

Menurut pihak berwenang, Sampai saat ini Rabu pagi, lebih dari 60 gempa susulan Pernah tercatat dengan magnitudo berkisar antara 1 Sampai saat ini 4. Peringatan Gelombang Besar sempat dikeluarkan segera setelah gempa utama, Justru dicabut dalam waktu dua jam.

Suhu di wilayah tersebut diperkirakan Berniat melampaui 35 derajat Celsius pada hari Rabu; tingkat kelembapan yang tinggi Memanfaatkan risiko serangan panas bagi warga yang tidak memiliki akses ke pendingin ruangan maupun air. Banyak warga memilih tidur di dalam Kendaraan Pribadi sepanjang malam karena khawatir Berniat adanya gempa susulan.

 


Loading…



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA