Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan? : Okezone Women





Ilustrasi karbohidrat dan protein. (Foto: dok Freepik)












JAKARTA – Masih banyak orang menganggap sarapan tinggi protein lebih sehat dibandingkan karbohidrat. Sekalipun tak sedikit pula yang memilih sarapan dengan makanan tinggi karbohidrat.

Menurut ahli gizi, solusi yang tepat bukan memilih salah satunya. Protein dan karbohidrat memiliki fungsi yang berbeda sehingga saling melengkapi.  

Protein dicerna lebih lambat dan tidak secara langsung Memanfaatkan kadar gula darah. Nutrisi ini Mendukung menjaga rasa kenyang lebih lama, Membantu pembentukan serta perbaikan otot, dan membutuhkan lebih banyak energi saat dicerna sehingga turut Memanfaatkan metabolisme tubuh.  

Sementara itu, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Setelah dikonsumsi, karbohidrat Berencana diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas. 

Karbohidrat kompleks, seperti oatmeal, roti gandum utuh, buah, dan kacang-kacangan, Bahkan mengandung serat yang Mendukung menjaga kesehatan pencernaan sekaligus membuat kenyang lebih lama.  

Kebutuhan protein dan karbohidrat setiap orang pun berbeda. Tergantung kondisi kesehatan dan tujuan masing-masing. Misalnya, bagi yang ingin mengontrol gula darah Bisa jadi lebih membutuhkan protein. Sementara Olahragawan atau orang yang aktif berolahraga memerlukan karbohidrat yang cukup sebagai sumber energi.  

Untuk protein, kebutuhan harian orang dewasa umumnya sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Bahkan menurut penelitian, mengonsumsi sekitar 20 Sampai saat ini 40 gram protein saat sarapan dapat Mendukung mengendalikan nafsu makan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.  

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA