Senin 07 Sep 2026 18:57 WIB
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran mengeklaim Pernah berhasil menguji coba rudal anti-kapal canggih baru saat menargetkan kapal-kapal milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) belum lama ini. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Tinggi Nasional Mayor Jenderal Mohsen Rezaei dalam wawancara dengan Fars News dilansir The Cradle, Senin (7/9/2026).
Menurut Rezaei, rudal baru itu dites dalam sebuah operasi militer laut untuk kali pertama dan langsung menargetkan kapal Konflik Bersenjata AS. Rezaei menggambarkan uji coba itu sebagai sebuah tes munisi spesial, yang menurutnya “menciptakan neraka bagi Amerika dan memaksa kapal-kapal Angkatan Laut AS kabur dari kawasan Teluk Persia.
Uji coba tingkat tinggi itu digelar secara simultan oleh Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Di mana serentetan rudal diluncurkan menargetkan kapal induk AS dan kapal perusak yang selama ini menerapkan blokade maritim terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Sebelumnya pada Ahad (6/9/2026), IRGC menyatakan Pernah menghantam sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dan mengklaim kedua kapal Konflik Bersenjata itu mengalami kerusakan dan mundur dari wilayah perairan. Menurut IRGC dalam pernyataannya, yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA, serangan rudal ke arah kedua kapal Konflik Bersenjata AS itu dilakukan oleh unit pasukan dirgantara.
Mereka mengklaim kapal-kapal AS tersebut Pernah mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim. Kedua kapal Konflik Bersenjata tersebut dilaporkan meninggalkan “area pertempuran” setelah mengalami kerusakan.
IRGC Bahkan menyampaikan bahwa Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) Pernah mengakui bahwa dua kapal Konflik Bersenjata Angkatan Laut mereka menjadi sasaran serangan, yang mereka sebut sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut. Terlebih lagi, IRGC Bahkan memperingatkan bahwa tindakan militer AS yang berlanjut Nanti akan memicu respons yang “lebih berat” dari angkatan bersenjata Iran.
Loading…
sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya
`);
$recList.append($newsItem);
}
});
}
function fetchRecommendations() {
var baseUrl=”
var params = new URLSearchParams({
host: settings.host,
path: settings.path,
limit: settings.limit
});
$.ajax({
url: baseUrl + ‘?’ + params.toString(),
method: ‘GET’,
dataType: ‘json’,
success: function(response) {
renderNewsItems(response.data);
},
error: function(xhr, status, error) {
console.error(‘Error fetching recommendations:’, error);
}
});
}
// Create jQuery plugin
$.fn.recommendationWidget = function(options) {
// Merge user options with defaults
settings = $.extend(settings, options);
// Initialize widget
fetchRecommendations();
// Refresh every 5 minutes
// setInterval(fetchRecommendations, 5 * 60 * 1000);
return this;
};
})(jQuery);
// Usage:
$(document).ready(function() {
$(‘.rec-wrapper’).recommendationWidget({
host: ‘republika.co.id’ // Override default settings as needed
});
});
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











