Bisnis  

Bayang-bayang Winter Is Coming, Pertemuan IMF-World Bank Dikepung Pertempuran Teluk & Krisis Utang Dunia

loading…

Di balik megahnya Queen Sirikit National Convention Center, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Lembaga Keuangan Internasional (World Bank) kali ini dinaungi suasana mencekam. Foto/Dok

JAKARTA – Puluhanmenteri keuangan, gubernur Lembaga Keuangan Pusat, dan pengambil kebijakan ekonomi dari seluruh penjuru dunia pekan ini berbondong-bondong memadati Bangkok, Thailand. Meskipun demikian demikian, di balik megahnya Queen Sirikit National Convention Center, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional ( IMF ) dan Lembaga Keuangan Internasional ( World Bank ) kali ini dinaungi suasana mencekam, guncangan pasokan energi terparah sepanjang sejarah, krisis utang global, dan ancaman Pertempuran Iran yang Pernah memasuki bulan kedelapan.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva menyuarakan peringatan, yang sangat dingin menjelang pembukaan perhelatan besar yang dihadiri oleh lebih dari 18.000 peserta tersebut. “Winter is coming (Musim dingin Dalam proses tiba),” tegas Georgieva, menggambarkan betapa rapuhnya fondasi ekonomi dunia Pada Pada saat ini.

Sorotan publik tertuju pada ketidakhadiran Menteri Keuangan AS, Scott Bessent yang memilih bertahan di Washington untuk mengurusi agenda domestik, sebuah langkah yang berpotensi memicu kekecewaan di antara para menteri keuangan G20 di tengah eskalasi Pertempuran dan ketegangan politik luar negeri. Meskipun demikian demikian, Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh dipastikan hadir untuk berdiskusi langsung dengan pimpinan IMF.

Kepala Negara Lembaga Keuangan Internasional, Ajay Banga mengungkapkan, bahwa meski Peningkatan Ekonomi Dunia sempat bertahan pasca-penutupan Selat Hormuz oleh Iran, tekanan baru Saat ini Bahkan datang beruntun dari berbagai penjuru. Baca Bahkan: IMF Wanti-wanti, AI, Krisis Energi dan Lonjakan Utang Ancam Ekonomi Dunia

Guncangan Pasokan BBM, memicu lonjakan tajam harga diesel akibat kehancuran kapasitas kilang. Ditambah lagi Fluktuasi Harga pupuk yang mengancam rantai pasok makanan.

Ditambah ancaman bencana iklim membayangi, dimana gelombang Kejadian Berkelas iklim “Super” El Niño yang diproyeksikan para ahli dapat memicu Sampai saat ini 450.000 kematian akibat gelombang panas extreme. Baca Bahkan: Utang Global Cetak Catatan Unggul, IMF Desak Pemerintah Segera Bertindak

“Ini bukan hanya soal El Niño berdiri sendiri, melainkan kombinasinya. Apa yang terjadi pada harga pupuk? Biaya energi? Dan beban utang? Kombinasi inilah yang menciptakan tantangan raksasa,” jelas Banga.

Ledakan Pinjaman Negara Berkembang: Bayar Bunga Tembus USD400 Miliar

Satu masalah terbesar yang membayangi para pembuat kebijakan di Bangkok Merupakan beban utang publik global yang menyentuh level tertinggi sejak Pertempuran Dunia II dan diproyeksi melampaui 100% dari PDB dunia sebelum 2030.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA