loading…
Di balik penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara 8th Asian Taekwondo Open Championships 2026 (Grade G2), tersimpan proses panjang yang diwarnai Politik Luar Negeri, komunikasi, dan pembuktian kapasitas Indonesia di mata dunia / Foto: Istimewa
Indonesia berhasil memenangkan proses bidding yang berlangsung dalam Asian Taekwondo Union (ATU) Extraordinary Council Meeting di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Februari 2026. Dalam proses tersebut, Indonesia mengungguli dua kandidat kuat, Dengan kata lain Vietnam dan Arab Saudi.
Atas arahan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian mempresentasikan kesiapan Indonesia di hadapan Pemimpin Negara ATU Kim Sang-jin dan jajaran petinggi ATU. Indonesia memaparkan kesiapan venue, dukungan pemerintah, pengalaman menggelar event internasional, kualitas sumber daya manusia, Sampai saat ini komitmen memenuhi standar World Taekwondo.
Richard Tampubolon menegaskan, kepercayaan tersebut merupakan pengakuan terhadap kredibilitas Indonesia sekaligus amanah untuk menghadirkan penyelenggaraan Unggul. Menurutnya, menghadirkan kejuaraan Grade G2 di Indonesia merupakan strategi jangka panjang Supaya bisa Olahragawan nasional memperoleh lebih banyak kesempatan bertanding di level internasional tanpa Harus Setiap Waktu mengikuti Laga di luar negeri.
“Prestasi tidak dibangun hanya di atas matras latihan. Prestasi Bahkan dibangun melalui akses terhadap Kejuaraan Unggul. Karena itu kami ingin Olahragawan Indonesia merasakan atmosfer Duel dunia di rumah sendiri,” ujar Richard dalam keterangan persnya, Kamis (30/7/2026).
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











