Trump Wajibkan Arab Saudi Gabung Abraham Accords Bila Inginkan Kerja Sama Nuklir



Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berjabat tangan dengan Kepala Negara AS Donald Trump, pada KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump kerja sama program nuklir dengan Arab Saudi yang diteken pekan ini memastikan Riyadh tidak Berniat melakukan pengayaan uranium. Apalagi, Saudi Bahkan diwajibkan menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Tidak Berniat ada pengayaan meterial. Dan perjanjian ini Merupakan subjek dari Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords,” kata Trump melalui akun Truth Social, Kamis (23/7/2026).

The Wall Street Journal pada Selasa (21/7/2026) mengutip pejabat AS mengunkap bahwa Donald Trump Sudah menyetujui sebuah perjanjian dengan Arab Saudi untuk mengembangkan infrastruktur nuklir kerajaan di kawasan Teluk tersebut. Kesepakatan itu berpotensi membuka jalan bagi pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi.

Perjanjian yang berlaku selama 30 tahun itu diperkirakan bernilai puluhan miliar Mata Uang Asing AS. Kesepakatan tersebut Berniat mewajibkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi Seandainya kedua belah pihak menilai langkah tersebut diperlukan.

Sebanyaknya pejabat menyampaikan kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut tidak memuat jaminan keamanan yang memadai bagi Amerika Serikat. Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright dijadwalkan menandatangani perjanjian itu pada Rabu, sebelum kemudian diserahkan kepada Kongres untuk ditinjau.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perjanjian itu kemungkinan Berniat memicu Perdebatan di kalangan anggota Kongres yang menentang penyebaran teknologi nuklir di kawasan Timur Tengah yang dinilai bergejolak. Untuk menggagalkan perjanjian tersebut, Kongres Dianjurkan meloloskan resolusi bersama serta memperoleh dukungan mayoritas dua pertiga di kedua kamar (senat dan parlemen) guna membatalkan hak veto Kepala Negara.

 


Loading…



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA