Jakarta, CNN Indonesia —
Trend Populer Purnama Serigala Penuh pada 3 Januari 2026 diperkirakan Berencana tampil sebagai salah satu bulan paling terang yang pernah terlihat, karena Sebanyaknya aktivitas astronomi yang cukup langka.
Supermoon terjadi ketika Bulan purnama berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya, yang dikenal sebagai perigee.Perigee Berencana membawa Bulan purnama ke jarak 362.312 kilometer (225.130 mil) dari Bumi, sehingga tampak sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan saat berada pada titik terjauhnya.
Jarak ini sedikit lebih besar daripada jarak Supermoon Dingin pada 4 Desember 2025, tetapi peningkatan kecerahan dari peristiwa astronomi lain yang tepat waktu kemungkinan Berencana mengimbangi jarak yang lebih jauh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Supermoon Serigala tahun ini Bahkan terjadi hanya beberapa jam sebelum perihelion, yaitu titik di orbit Bumi ketika Bumi berada paling dekat dengan Matahari, sekitar 3,4 persen lebih dekat dibandingkan saat berada di titik terjauhnya,” tulis Scienc Arlet, Jumat (2/1).
Ini berarti sedikit lebih banyak sinar Matahari Berencana mencapai sistem Bumi-Bulan, Menyajikan peningkatan kecerahan tambahan.
Karena udara dingin lebih kering daripada udara hangat dan membuat langit lebih transparan, menjadi kesempatan sempurna untuk menikmati pemandangan Bulan di Belahan Utara, Bila langit cerah tidak diperlukan peralatan khusus, cukup dengan mata telanjang.
Mengenai Supermoon
Supermoon Merupakan Trend Populer alam yang disebabkan oleh bentuk orbit Bulan mengelilingi Bumi. Karena orbit Bulan sedikit oval daripada bulat sempurna, terdapat titik-titik di sepanjang lintasan Bulan di mana jaraknya sedikit lebih dekat atau lebih jauh daripada jarak rata-rata 384.400 kilometer (238.855 mil) dari Bumi.
Titik di mana Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi disebut perigee. Ada sekitar 13 perigee dalam setahun.
Sekalipun, orbit Bulan mengalami preksi, artinya bentuk ovalnya tidak Setiap Saat mengarah ke arah yang sama setiap kali. Akibatnya, waktu terjadinya perigee tidak Setiap Saat sejalan dengan siklus Bulan.
Jumlah supermoon lebih sedikit daripada perigee karena kita hanya menyebutnya supermoon ketika perigee terjadi pada saat bulan purnama atau bulan baru.
Menariknya, jarak perigee Bahkan bervariasi secara signifikan karena faktor-faktor lain, seperti tarikan gravitasi Matahari dan hubungan yang terus berubah antara Bumi dan Bulan dalam jangka panjang.
Sementara itu, perihelion Merupakan Trend Populer serupa Sekalipun pada skala yang lebih besar dalam orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Trend Populer ini terjadi setiap tahun pada awal Januari, ketika planet kita berada pada jarak terdekatnya dari Matahari, yaitu 147.099.900 kilometer (91.403.640 mil), dibandingkan dengan jarak rata-rata 149,6 juta kilometer.
Hal ini dapat Mengoptimalkan jumlah energi matahari yang mencapai Bumi dan bulan, sehingga bulan purnama menjadi sekitar 6,5 persen lebih terang dibandingkan saat aphelion, yaitu titik dalam orbit Bumi-Matahari ketika Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari.
Dinamakan Wolf Supermoon karena bulan purnama pada bulan Januari dikenal sebagai Wolf Moon. Wolf Moon tahun ini Berencana menjadi sangat Fantastis, karena bertepatan dengan dua peristiwa langit lainnya, Menyajikan suguhan kosmik langka yang langka.
(wpj/mik)
[Gambas:Video CNN]
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA







