Bisnis  

Pertamina Grand Prix 2026 Dinilai Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata NTB

loading…

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika berpeluang Mengoptimalkan ekosistem usaha. Foto: Dok Pertamina

JAKARTA – Konsistensi Pertamina Mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dinilai memiliki peran strategis dalam Memperjelas manfaat ajang balap dunia tersebut bagi perekonomian dan pariwisata daerah.

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika berpeluang Mengoptimalkan ekosistem usaha, Memperjelas lapangan kerja, sekaligus Memanfaatkan daya saing pariwisata NTB (NTB). Dukungan Pertamina sebagai BUMN Bahkan menjadi bagian penting dalam mendorong Indonesian GP Supaya bisa Menyajikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anggi Putri Kurniadi, menilai dukungan terhadap ajang berskala internasional tersebut dapat dikembangkan dengan menghubungkannya secara lebih erat dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, sektor pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal.

“Dukungan semacam ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun,” kata Anggi saat diwawancarai melalui saluran telepon dari Jakarta, Rabu (16/09/2026).

Menurut Anggi, kehadiran balapan Kendaraan Bermotor Roda Dua kelas dunia seperti MotoGP Sangat dianjurkan ditempatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah, bukan semata-mata agenda Gerakan internasional.

Baca Bahkan : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pertamina Raup Rp1 Miliar di Pertamina Grand Prix of Indonesia

“Besarnya mobilitas wisatawan, belanja, Penanaman Modal, serta aktivitas usaha yang tercipta selama penyelenggaraan memiliki potensi menghasilkan multiplier effect yang jauh lebih besar Manakala keterkaitannya dengan perekonomian lokal dibangun secara sistematis,” ujarnya.

Anggi menambahkan, pengembangan Indonesian GP Sangat dianjurkan diarahkan pada pembentukan economic legacy, Dengan kata lain manfaat ekonomi yang tetap berlangsung setelah penyelenggaraan berakhir. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, pengembangan rantai pasok lokal, serta peningkatan daya saing destinasi.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA