Bisnis  

Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Murah Rp50 Triliun

loading…

Kepala Negara Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Kepala Negara Prabowo Subianto menyebut konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Penanaman Modal Daya Anagata Nusantara (Danantara) Sebelumnya memangkas 250 perusahaan, sehingga mampu menghemat biaya operasional negara Sampai sekarang Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN terus dipangkas menjadi sekitar 350 entitas pada akhir 2027.

“Dan ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan Merupakan Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun,” ujar Kepala Negara Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Baca Bahkan: Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Prabowo mengatakan pembentukan Danantara menjadi langkah strategis untuk mengonsolidasikan aset-aset negara yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan. Menurut Ia, seluruh aset tersebut Di waktu ini dikelola secara profesional sebagai sovereign wealth fund dengan nilai aset yang Sebelumnya melampaui USD1.000 miliar dan diproyeksikan menjadi sumber pembiayaan pembangunan jangka panjang.

Ia mengungkapkan, saat awal pemerintahannya terdapat 1.077 BUMN yang mencakup perusahaan induk beserta anak, cucu, Sampai sekarang cicit perusahaan. Melalui proses merger, penutupan, dan konsolidasi yang dipimpin Danantara, jumlah tersebut Sebelumnya berkurang sebanyak 250 perusahaan Sampai sekarang akhir Juli 2026.

Ia mengapresiasi kinerja jajaran Danantara yang dinilai mampu menjalankan transformasi BUMN dalam waktu relatif singkat. Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola perusahaan negara Supaya bisa lebih efisien dan produktif.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version