Orang Kaya Tak Suka 5 Makanan yang Sering Dianggap Sehat Ini

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Orang kelas menengah ke atas biasanya punya aturan makan sendiri. Beberapa makanan yang dianggap sehat oleh ‘kelas menengah ngehe‘ justru tidak disukai orang kaya. Apa saja?

Sebanyaknya koki pribadi untuk orang-orang kaya membocorkan makanan-makanan yang kerap dihindari kliennya. Banyak dari makanan tersebut justru dianggap sebagian besar orang sebagai ‘makanan sehat’.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan-makanan tersebut dinilai dapat mengganggu energi, pencernaan, dan tujuan kinerja untuk keperluan Usaha.

“Mereka menghindari makanan yang mengganggu kejernihan pikiran, stabilitas energi, pemulihan, atau pencernaan, bahkan Seandainya makanan tersebut dipasarkan sebagai makanan sehat,” ujar Richard Ingraham, koki pribadi legenda NBA Dwyane Wade, melansir Fox News.

Ia mengatakan, bahan pokok di dapur rumah orang kaya sering kali mencakup gandum dan kaldu tulang.

Berikut Merupakan beberapa makanan yang dihindari orang kaya.

1. Daging nabati

Daging nabati muncul sebagai alternatif daging hewani yang lebih sehat. Sekalipun, banyak klien kelas justru menghindari makanan tersebut.

Celebrity chef Serena Poon mengatakan, banyak makanan yang dipromosikan sebagai ‘makanan sehat’ Pada dasarnya Sebelumnya melalui proses kimia yang tinggi.

“Banyak produk yang dihilangkan struktur alaminya dan dibangun kembali dengan bahan tambahan untuk memenuhi klaim pemasaran,” ujar Poon.

2. Protein bar

Ilustrasi. Orang kaya biasanya tidak menjadikan protein bar sebagai camilan sehat. (istockphoto/4kodiak)

Protein bar digadang-gadang sebagai camilan sehat dan mengenyangkan. Sekalipun, banyak orang kelas atas justru menghindari camilan ini.

“Beberapa klien [orang] kaya memandang banyak produk olahan berprotein tinggi sebagai ‘makanan sampah dengan pemasaran yang bagus’,” ujar mantan koki pribadi Adam Kelton.

Beberapa penelitian memang menunjukkan, bubuk protein dapat diserap lebih Mudah dibandingkan protein yang bersumber dari makanan utuh. Sekalipun, makanan utuh cenderung melepaskan asam amino secara lebih stabil dan mengandung nutrisi lain yang Membantu kesehatan tubuh.

3. Makanan rendah lemak

Makanan berlabel ‘rendah lemak’ atau ‘bebas lemak’ Pada dasarnya merupakan tanda bahaya.

“Menghilangkan lemak biasanya berarti menambahkan pati dan pemanis,” ujar Ingraham.

4. Granola

Menurut para koki, banyak klien kelas atas mereka yang menghindari granola atau sereal organik lainnya yang mahal.

“Saya sering membuat sendiri granola untuk klien saya guna memastikan mereka mendapatkan nutrisi dan serat yang dibutuhkan,” ujar Ingraham.

5. Smoothie dan minuman detoks

Ingraham mengatakan, minuman yang Tengah tren jarang muncul dalam menu orang-orang kelas atas. Contohnya, smoothie dan minuman-minuman detoks yang Pada saat ini banyak dipasarkan.

Alih-alih minuman seperti itu, orang kaya lebih cenderung gemar minum air mineral, kopi, teh, dan sesekali jus segar.

Untuk kesehatan jangka panjang, Poon mengingatkan, konsistensi lebih penting daripada memikirkan jenis makanan yang dikonsumsi.

Alih-alih mengejar ‘label sehat’, Poon mendorong orang untuk mengonsumsi makanan penuh warna, memprioritaskan makanan nabati bersumber alami, serat, protein, dan lemak sehat.

“Makanan [berlabel] sehat yang Menyajikan solusi Mudah sering kali memicu penurunan energi dan gangguan regulasi. Sementara makanan utuh mendorong konsistensi, kejernihan pikiran, dan energi berkelanjutan,” pungkas Ia menjelaskan.

(asr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA