Penurunan massa dan kekuatan otot atau sarkopenia tidak hanya dialami oleh lansia (Foto: Freepik)
JAKARTA – Penurunan massa dan kekuatan otot atau sarkopenia tidak hanya dialami oleh lansia. Menurut dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, proses penyusutan otot Kenyataannya Sebelumnya mulai terjadi sejak usia 20-an sehingga penting untuk menjaga kekuatan otot melalui latihan beban secara rutin sejak usia muda.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr. Cecep menjelaskan bahwa penurunan massa otot berlangsung sangat perlahan sehingga sering kali tidak disadari pada usia produktif.
Mengikuti studi pencitraan magnetic resonance imaging (MRI) pada subjek berusia 18 Sampai saat ini 88 tahun, proporsi otot tubuh mulai menurun secara bertahap sejak usia muda. Kondisi tersebut umumnya baru menimbulkan keluhan berupa nyeri atau keterbatasan gerak ketika penurunan massa otot Sebelumnya cukup berat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kekuatan dan fungsi otot masih dapat ditingkatkan kembali melalui latihan, bahkan pada usia lanjut.
“Ada penelitian yang melatih penghuni panti jompo dengan usia rata-rata 90 tahun. Dalam delapan minggu, kekuatan angkat mereka meningkat dari delapan kilogram menjadi 20 kilogram. Hasilnya, dua orang berhenti menggunakan tongkat,” kata dr. Cecep.
Latihan Angkat Beban
Ia menjelaskan, program latihan beban yang dilakukan tiga kali dalam seminggu selama delapan minggu mampu Memanfaatkan kekuatan otot para lansia Sampai saat ini rata-rata 174 persen. Menariknya, intervensi tersebut Bahkan tidak memperburuk kondisi peserta yang memiliki riwayat osteoartritis.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
