loading…
Ketika Baterai Kendaraan Pribadi Listrik Mendekati 0%. Foto/ Daily
Motor Listrik, seperti Kendaraan Pribadi bertenaga bensin, Setiap Saat menghitung jarak tempuh yang tersisa Sesuai aturan kapasitas baterai dan konsumsi bahan bakar. Ketika baterai mendekati 0%, kendaraan biasanya mengurangi daya operasinya, atau bahkan berhenti beroperasi sepenuhnya, sehingga menyulitkan pengemudi untuk mengatasi situasi tersebut.
Layar menampilkan status pengisian daya baterai Motor Listrik dengan kapasitas tersisa 9% dan peringatan bahwa waktu pengisian Berencana diperpanjang. Foto: Jalopnik
Seperti Kendaraan Pribadi berbahan bakar bensin, Motor Listrik (EV) terus menghitung jarak tempuhnya Sesuai aturan energi yang tersisa di baterai. Jumlah listrik dalam baterai mirip dengan jumlah bensin di tangki bahan bakar; keduanya Menyajikan energi Supaya bisa kendaraan dapat beroperasi.
Produsen Motor Listrik biasanya menampilkan persentase baterai yang tersisa, mirip dengan indikator bahan bakar tradisional. Sekalipun, untuk mengetahui jarak tempuh yang tersisa secara tepat, pengguna Sangat dianjurkan mengetahui kapasitas baterai dan konsumsi energi per mil atau per kWh. Hal ini membutuhkan perhitungan yang cukup kompleks, tidak sesederhana melihat indikator bahan bakar.
Ketika baterai hampir habis, Motor Listrik sering beralih ke mode yang membatasi performa, yang disebut mode darurat (limp mode), yang secara signifikan mengurangi akselerasi.
Misalnya, buku panduan pemilik Chevrolet Equinox EV menyatakan bahwa pengemudi Berencana merasakan perlambatan, tetapi sistem bantuan pengereman dan kemudi Berencana terus berfungsi normal.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
