Kepala Negara Prabowo Subianto mengatakan ada Sebanyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sempat Berencana dijual ke pihak asing. Sekalipun, rencana penjualan itu batal terlaksana setelah Prabowo melarangnya.
Prabowo menyampaikan informasi tersebut saat berpidato di acara peresmian lima bendungan di NTB, Jumat, 10 Juli 2026. “Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya Ingin dijual ke asing. Saya larang,” kata Prabowo, yang dikutip dari siaran Sekretariat Kepala Negara.
Menurut Prabowo, beberapa BUMN yang sempat ingin dijual ke pihak asing itu merupakan perusahaan strategis, seperti PT PAL Indonesia, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Garuda Indonesia. Ia pun terkejut saat mengetahui Sebanyaknya BUMN itu hendak dijual ke pihak asing di awal dirinya menjabat sebagai Kepala Negara, pada 2024.
Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan Berencana berupaya membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan strategis tersebut. “PT PAL Hari Ini Pernah bisa bikin kapal-kapal Konflik Bersenjata yang Istimewa, Pernah bisa bikin kapal selam. PT PAL Berencana bikin kapal-kapal canggih,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan lebih dari seribu BUMN, baik induk perusahaan, anak Sampai saat ini cicit perusahaan, yang beroperasi Di waktu ini. Sebagian BUMN itu berjalan tidak efisien dan terus merugi. Karena itu, Prabowo berencana menutup Sebanyaknya BUMN. Ia Berencana mengurangi jumlah BUMN Sampai saat ini menjadi sekitar 250 perusahaan.
Pilihan Editor: Seperti Apa Kinerja BUMN Setahun di Bawah Danantara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











