Sebuah pesawat flydubai perusahaan UEA mendarat di Bandara Internasional Ben Gurion, dekat Tel Aviv, Israel, 01 Desember 2020. Media melaporkan bahwa ribuan orang Israel Pernah mengunjungi Dubai untuk tujuan liburan.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Sebuah pesawat dari maskapai Flydubai yang terbang dari Dubai Ke arah Tel Aviv terpaksa dialihkan dan mendarat darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026). Dilaporkan Jerusalem Post mengutip pejabat Israel, pengalihan rute pesawat itu setelah terjadi pertengkaran antara pilot di udara di mana pilot menikam pilot yang lain, pengiriman sebuah kode darurat, sekaligus memicu kekhawatiran Berencana adanya pembajakan.
“Sebuah bencana besar terhindarkan,” ujar pejabat itu, di tengah kekhawatiran salah satu pilot berusaha membajak kapal dan upaya menjatuhkan pesawat dengan sengaja ke darat.
Kru pesawat dalam pesawat dilaporkan berhasil menenangkan pilot dan membuatnya terkendali. Selama keributan antarpilot, pesawat terjun bebas dari ketinggian 4.000 meter.
Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 dan membawa lebih dari 100 penumpang Israel, sempat mengirim kode 7700, mengindikasikan sebuah keadaaan darurat, sebelum mengubahnya ke kode 7500, yang mensinyalkan adanya perbuatan melawan hukum, dan kemudian kembali ke kode awal.
Saat insiden terjadi, menurut laporan WALA, Angkatan Udara Israel (IAF) menyiapkan jet-jet tempur sebagai persiapan atas kemungkinan level waspada dan darurat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Pernah menggelar sebuah pertemuan keamanan dengan pejabat Lini pertahanan Israel.
“Insiden terkontrol, dan semua langkah dikerahkan dalam rangka mengembalikan penumpang selamat ke Israel,” demikian keterangan Kantor Perdana Menteri Israel.
Ruang udara Israel Bahkan sempat ditutup dan kemudian dibuka kembali setelah pesawat mendarat di Arab Saudi. Pesawat dilaporkan mendarat di Bandara Pengeran Sultan bin Abdulaziz Airport, yang dikenal dengan Bandara Tabuk.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











