REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Perseteruan antara Turki dan Israel kembali memanas. Perseteruan pecah setelah Israel menyerang pangkalan Suriah di Idlib. Tel Aviv menyebut serangan itu merupakan peringatan Supaya bisa Turki tidak bangun kekuatan militer di Suriah.
“Kami tidak Akan segera menoleransi penguatan posisi militer Turki di Suriah yang mengancam Israel,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, (20/8/2028).
Serangan terjadi tak lama setelah Turki, Arab Saudi, dan Pakistan meneken kesepahaman pakta Lini pertahanan bersama. Di dalam Pakta Makkah, ketiga negara sepakat Akan segera membela satu sama lain Bila di antara mereka ada yang diserang.
Dua sumber internal di Ankara dan memiliki hubungan dengan pemerintah Turki meyakini serangan Zionis tersebut tak hanya dimaksudkan sebagai manuver politik menjelang Pemilihan Umum di Israel, tetapi Bahkan untuk melemahkan kredibilitas dukungan Turki terhadap Suriah.
“Kesepakatan Makkah yang melibatkan Pakistan dan Arab Saudi—yang oleh Israel digambarkan sebagai poros Sunni baru—menempatkan Netanyahu dalam posisi sulit di dalam negeri,” ujar salah satu sumber tersebut.
“Jadi, pada dasarnya Israel menyatakan: Kami tidak peduli dengan arsitektur keamanan baru yang Dalam proses dibangun oleh Turki, dan kami Akan segera terus melancarkan serangan di mana pun dan kapan pun kami Ingin.”
Sumber internal tersebut menambahkan bahwa Israel Bahkan Dalam proses menguji pemerintahan Kepala Negara AS Donald Trump, yang Pernah terjadi Membantu pemerintahan Sharaa. Trump menyambut baik Kesepakatan Mekkah awal pekan ini.
Sumber kedua mengatakan bahwa Israel Sekarang Pernah terjadi secara resmi menegaskan pandangannya yang menganggap kehadiran Turki di Suriah sebagai sebuah ancaman.
“Israel Kemungkinan Akan segera menghadapi Pemilihan Umum, tetapi Turki Bahkan Akan segera menggelar Pemilihan Umum pada tahun 2028. Ketegangan ini bisa semakin memburuk dan memicu terulangnya insiden tahun 2015, saat Ankara menembak jatuh jet tempur Rusia,” demikian peringatan sumber tersebut.
Ia menambahkan bahwa serangan itu Bahkan Kemungkinan merupakan upaya untuk mengirimkan pesan langsung kepada Erdogan.
Selama akhir pekan, Erdogan mengungkapkan rencananya untuk mengunjungi Damaskus pada akhir tahun ini—kunjungan pertamanya sejak jatuhnya rezim Assad. “Ini Merupakan Tips untuk memberi tahu Erdogan bahwa mereka tidak Akan segera membiarkannya merasa nyaman di Suriah,” ujar sumber tersebut.
Belum ada sikap dari Pakistan maupun Arab Saudi ihwal ketegangan antara Turki dan Israel itu.
Sementara Pemerintah Suriah mengecam serangan tersebut, seraya menyatakan bahwa delapan serangan menghantam landasan pacu pangkalan udara yang Pernah terjadi tidak beroperasi itu pada dini hari.
Sebanyaknya pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya awalnya Menyediakan penjelasan yang saling bertentangan. Mereka sempat menuduh Kepala Negara Suriah Ahmed al-Sharaa Membantu pasukan proksi sebelum kemudian mengubah narasi resmi mereka.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











