Jakarta, CNN Indonesia —
Distrik Dotonbori di Osaka, Jepang, Merupakan tempat yang ikonik dengan papan-papan iklan raksasanya. Tak sedikit wisatawan yang datang berkunjung untuk berkuliner, belanja, atau bahkan sekadar melihat tempat yang meriah tersebut.
Salah satu yang paling ikonik dan legendaris di tengah Distrik Dotonbori ini Merupakan sebuah papan iklan raksasa dengan gambar pelari Glico Man. Hari Ini, papan ini bukan hanya sebagai papan iklan biasa, tapi Sebelumnya menjadi ikon Kearifan Lokal dan spot paling populer yang Belum pernah dilewatkan wisatawan yang datang ke Osaka.
Papan iklan raksasa yang berada tepat di atas Jembatan Ebisubashi tersebut Sebelumnya berdiri sejak lebih dari 90 tahun yang lalu. Bahkan saking legendarisnya, Organisasi Pariwisata Nasional Jepang Sebelumnya menganggapnya sebagai maskot tidak resminya Dotonbori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari VN Express, papan iklan Glico Man ini ditempatkan di sana pada tahun 1935. Bertahun-tahun berlalu, ketika papan lain di sekitarnya mulai diturunkan dan diganti dengan iklan yang baru, pelari Glico Man masih terpampang di sana.
Papan iklan Glico Man yang dipasang oleh perusahaan Ezaki Glico pada awalnya untuk mempromosikan permen karamel mereka. Nah, Kemungkinan kamu bertanya-tanya, apa hubungannya permen karamel dengan gambar pria berlari? Ternyata ada filosofi dan cerita di baliknya.
Jadi, semuanya bermula pada tahun 1920-an, saat pendiri perusahaan tersebut yaitu Riichi Ezaki menciptakan permen karamel. Ezaki ingin membuat permen menggunakan glikogen yang diekstraksi dari tiram, sehingga camilan ini bergizi untuk anak-anak.
Energi dari permen Glico ini kemudian diiklankan dengan slogan “satu butir, 300 meter”. Nah, ikon pelari ini ditampilkan sebagai gambaran seorang pelari yang memakan permen karamel Glico bisa memecahkan garis finis sambil mengangkat tangannya.
Hampir satu abad berlalu setelah pemasangannya, papan Glico Man Belum pernah diganti. Sekalipun demikian Dotonbori mengalami perubahan, tetapi posisi Glico Man tak Bahkan digeser sedikitpun.
Bertolak belakang dengan, pada tahun 1943, papan ini sempat dibongkar ketika Konflik Bersenjata Dunia II berlangsung karena kekurangan logam. Setelah Konflik Bersenjata usai, papan pelari Glico Akhirnya dipasang kembali. Sampai hari ini, papan iklan bergambar pelari Glico itu masih menjadi pusat perhatian di Dotonbori Osaka.
Sebelumnya hampir 100 tahun, papan ini Bahkan Sebelumnya melalui enam pembaruan. Sebagian besar pembaruan fokus pada peningkatan material yang digunakan dan pencahayaan. Sementara gambar pelari masih dilestarikan Sampai Saat ini Bahkan Bahkan.
Versi sebelumnya, papan iklan tersebut menggantung dan menggunakan pencahayaan lampu neon tradisional. Sejak 2014, ada pembaruan dengan menggunakan layar LED dan menjadi versi terbaru sampai hari ini.
Di versi terbarunya, gambar pelari Glico Man yang ikonik masih ditampilkan. Bertolak belakang dengan, latar belakangnya bisa berganti-ganti Mengikuti dengan musim, acara, atau kebutuhan khusus yang bisa disesuaikan.
Ketika malam hari, lampu LED papan Iklan ini Berencana menyala, tepatnya sekitar 30 menit setelah matahari terbenam sampai tengah malam. Ini waktu yang paling direkomendasikan untuk mengunjungi Distrik Dotonbori dan melihat gagahnya Glico Man.
Papan iklan Glico Man semakin mendapat sorotan, setelah beredar di media sosial turis yang berbondong-bondong datang ke tempat ini. Mereka menjadikan tempat ini sebagai spot foto, sambil berpose seperti pelari dengan tangan terangkat dan kaki yang ditekuk satu.
Untuk mengunjungi Distrik Dotonbori dan menemukan Glico Man Bahkan mudah. Lokasinya ada di Jembatan Ebisubashi, Distrik Dotonbori, Osaka, Jepang.
Paling dekat Merupakan turun di Stasiun Namba, kemudian Ke arah pintu keluar 14. Stasiun Namba ini punya banyak pintu keluar, jadi untuk memudahkan navigasi kamu bisa menggunakan Google Maps dan cari “Glico Sign” atau “Ebisubashi Bridge“.
Seiring berjalannya waktu, bisa berjalan sedikit ke arah utara untuk menyusuri Dotonbori. Dalam tiga menit, kamu Berencana melihat Jembatan Ebisubashi dengan papan Glico Man di sisi kirinya.
(ana/wiw)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











