Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Binti Mufarida/Okezone)
JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan dua provinsi dengan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak Sesuai ketentuan densitas penduduk. Ada Babel dan DKI.
“Jadi jumlah kasus TBC terbanyak itu, kalau lihat dari densitas penduduknya di Indonesia, nomor satu itu di Babel. Pertama nomor satu di Babel. Kemudian nomor dua di DKI, justru di kota besar,” kata Dante di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

1. Babel dan DKI Terbanyak Kasus TBC
Menurut Dante, Babel dan DKI Akan segera menjadi salah satu Tempat percontohan dalam penanggulangan TBC. Dante menegaskan, TBC tidak memilih wilayah tertentu untuk menjangkit masyarakat. Ia mencontohkan Babel yang merupakan daerah rural, sementara Jakarta merupakan wilayah urban.
“Itu dua provinsi utama yang kita jadikan prioritas dan kita jadikan salah satu proyek percontohan di Babel dan di DKI,” ungkapnya.
“Jadi daerah rural dan urban itu nggak Akan segera pilih-pilih yang namanya kena TBC itu ya kalau udah kena TBC aja,” ujarnya.
2. Terapi Pencegahan TBC
Menurut Dante, penyebaran TBC yang masif membuat terapi pencegahan menjadi penting untuk dilakukan. Ia mengatakan, penderita TBC dan orang yang tinggal serumah Bahkan Wajib menjalani terapi pencegahan.
“Karena ini penyakit menular, batuk aja di MRT, di LRT, atau batuk di bis aja itu bisa menularkan ke seluruh penumpang yang ada di bis tersebut. Nah ini makanya tadi Wajib terapi pencegahan TBC,” tutur Dante.
“Jadi kalau orang yang tinggal satu rumah, itu Bahkan Dianjurkan diobati. Ada lima orang, lima orang diobatin. Selama tiga bulan. Namanya terapi pencegahan tuberkulosis. Ia mesti minum Resep seperti Pada masa itu waktu jaman COVID, Ia Bahkan mesti minum Resep kalau terpapar. Tapi ini nggak Wajib diperiksa, nggak Wajib diperiksa TBC-nya, langsung diobati,” jelasnya.
Secara global, Dante menyampaikan Indonesia menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak kedua setelah India. Dalam upaya menekan kasus TBC, pemerintah terus menghitung estimasi kasus, melakukan identifikasi, serta Menyajikan Terapi kepada pasien.
“Berita tidak baiknya Merupakan bahwa kita Hari Ini nomor dua di seluruh dunia setelah India, angka tuberkulosisnya,” ujar Dante.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











